About

BAHAYA MEROKOK



0 komentar

Rokok mengandung kurang lebih 4000 elemen, 200 di antaranya berbahaya bagi kesehatan. Racun utama pada rokok adalah tar, nikotin, dan karbon monoksida. Tar adalah substansi hidrokarbon yang bersifat lengket dan menempel pada paru-paru. Nikotin adalah zat adiktif yang mempengaruhi syaraf dan peredaran darah. Zat ini bersifat karsinogen, dan mampu memicu kanker paru-paru yang mematikan. Karbon monoksida adalah zat yang mengikat hemoglobin dalam darah, membuat darah tidak mampu mengikat oksigen.

            Banyak sekali fakta dan penelitian ilmiah yang mengatakan tentang bahaya rokok bagi kesehatan. Mengapa rokok sangat berbahaya? Karena rokok mengandung ratusan zat yang bersifat meracuni tubuh kita. Zat-zat yang paling berbahaya dalam rokok antara lain.

1. Karbon monoksida (CO)
Karbon monoksida mengikat hemoglobin yang terdapat dalam sel darah merah (eritrosit) lebih kuat dibanding oksigen. Tubuh yang kekurangan oksigen akan menciutkan pembuluh darah. Bila proses tersebut berlangsung lama, maka pembuluh darah akan menyempit. Penyempitan pembuluh darah bisa terjadi di otak, paru, ginjal, saluran peranakan, ari-ari pada janin, dan di mana-mana.

2. Nikotin
Nikotin memiliki zat yang menyebabkan pemakainya menjadi ketagihan. Sehingga, para perokok menjadi sulit untuk menghentikan kebiasaannya tersebut. Efek nikotin bersifat memacu jantung dan tekanan darah yang menyebabkan hipertensi.

3. Tar
Kadar tar pada rokok antara 0,5-35 mg per batang. Tar sejenis cairan berwarna coklat atau hitam yang merupakan substansi hidrokarbon bersifat lengket dan menempel pada paru-paru. Tar menyebabkan kanker paru-paru. Bahaya rokok dari racun ini sangat mengancam kelangsungan hidup si perokok.

4. Hidrogen Sianida/HCN
HCN merupakan zat yang mudah terbakar dan paling ampuh untuk menghalangi ataupun merusak saluran pernapasan. Walaupu hanya sedikit, apabila sianida dikomsumsi orang secara langsung, maka manusia tersebut bisa meninggal. Masih banyak bahaya rokok berupa zat racun yang terkandung di dalam rokok yang akan membunuh kita secara perlahan-lahan. Maka dari itu, berhentilah sekarang juga. Jika Anda kesulitan, tips-tips berikut bisa Anda coba.
Berikut ini beberapa penyakit dan dampak negatif yang disebabkan karena merokok:

a. Penyakit Jantung
Rokok juga merupakan salah satu penyebab utama serangan jantung. Kematian seorang perokok akibat penyakit jantung lebih banyak dibanding kematian akibat kanker paru-paru. Bahkan rokok rendah tar atau rendah nikotin tidak akan mengurangi risiko penyakit jantung. Karena beberapa dari rokok-rokok yang menggunakan filter meningkatkan jumlah karbon monoksida yang dihirup, yang membuat rokok tersebut bahkan lebih buruk untuk jantung daripada rokok yang tidak menggunakan filter.
Nikotin yang dikandung dalam sebatang rokok bisa membuat jantung Anda berdebar lebih cepat dan meningkatkan kebutuhan tubuh Anda akan oksigen. Asap rokok juga mengandung karbon monoksida yang beracun. Zat beracun ini berjalan menuju aliran darah dan sebenarnya menghalangi aliran oksigen ke jantung dan ke organ-organ penting lainnya. Nikotin dapat mempersempit pembuluh darah sehingga lebih memperlambat lagi aliran oksigen. Itu sebabnya para perokok memiliki risiko terkena penyakit jantung yang sangat tinggi.

b. Kanker Paru-Paru
Asap rokok dari tembakau mengandung banyak zat kimia penyebab kanker. Asap yang diisap mengandung berbagai zat kimia yang dapat merusak paru-paru. Zat ini dapat memicu terjadinya kanker khususnya pada paru-paru. Kanker paru-paru merupakan kanker yang paling umum yang diakibatkan oleh merokok. Penyebaran kanker paru-paru dalam tubuh terjadi secara senyap hingga menjadi stadium yang lebih tinggi. Dalam banyak kasus, kanker paru-paru membunuh dengan cepat.

c. Emfisema
Perokok berat yang sudah bertahun-tahun akan mengalami emfisema. Emfisema merupakan penyakit yang secara bertahap akan membuat paru-paru kehilangan elastisitasnya. Jika paru-paru kehilangan keelastikannya, maka akan sulit untuk mengeluarkan udara kotor. Tanda-tandanya adalah mulai mengalami kesulitan bernapas pada pagi dan malam hari. Lalu mudah terengah-engah. Tanda lainnya adalah sering mengalami flu berat, disertai dengan batuk yang berat, dan mungkin dengan bronkhitis kronis. Batuknya sering kali tidak berhenti dan menjadi kronis.

d. Lebih Cepat Tua
Hasil penelitian terhadap para perokok menunjukkan bahwa wajah para perokok pria maupun wanita lebih cepat keriput dibandingkan mereka yang tidak merokok. Proses penuaan dini tersebut meningkat sesuai dengan kebiasaan dan jumlah batang rokok yang dihisap. Penelitian tersebut menunjukkan bahwa para perokok berat memiliki keriput pada kulit hampir lima kali lipat dibandingkan orang yang tidak merokok. Bahkan proses penuaan dini sudah dimulai bagi para remaja yang merokok seperti kulit keriput, gigi menguning, dan nafas tak sedap.

e. Kerusakan Tubuh
Dampak negatif merokok tidak hanya membahayakan paru-paru, jantung, dan saluran pernapasan. Kebiasaan merokok menurut penelitian bisa merusak jaringan tubuh lainnya. Belasan penyakit yang berkaitan dengan penggunaan tembakau bahkan mencakup pneumonia (radang paru-paru), penyakit gusi, leukemia, katarak, kanker ginjal, kanker serviks, dan sakit pada pankreas. Penyebabnya karena racun dari asap rokok menyebar ke mana-mana melalui aliran darah. Merokok dapat mengakibatkan penyakit di hampir setiap organ tubuh.

f. Bahaya asap rokok terhadap ibu hamil dan janin yang dikandungnya
·         Keguguran janin
·         Tumbesaran janin terencat – 30% lebih tinggi
·         Kematian janin dalam kandungan
·         Berat badan berkurang – 20 hingga 30%
·         Pendarahan dari uri (abruption placenta)


g. Bahaya asap rokok terhadap bayi
·         Masalah dan penyakit pernafasan
·         Mengganggu terhadap perkembangan kecerdasan
·         Jangkitan telinga
·         Leukeamia
·         Kanker otak 22%
·         Cepat lelah
·         Sindrom kematian secara mendadak

h. Bahaya asap rokok terhadap perokok pasif
·         Meningkatkan risiko kanker paru-paru dan penyakit jantung
·         Masalah pernafasan termasuk radang paru-paru dan bronkitis
·         Sakit atau pedih mata
·         Bersin dan batuk-batuk
·         Sakit kerongkong
·         Sakit kepala



Sumber  :http://www.zonakesehatan.com/bahaya-rokok-dan
              -penyakit-akibat-merokok.html
              http://www.anneahira.com/bahaya-rokok.htm
             http://alghif.blogspot.com/2009/07/bahaya-merokok-bagi-generasi-muda.html

PENYAKIT SISTEM REPRODUKSI MANUSIA



0 komentar

1. Acquired Immune Deficiency Syndrome (AIDS)
            AIDS adalah suatu gejala penyakit yang disebabkan oleh virus ARN ( asam ribunukleat) yang disebut HIV (Human Immunodeficiency Virus). Virus HIV yang masuk ke dalam tubuh seseorang akan mengakibatkan lumpuhnya sistem kekebalan tubuh. Akibatnya penderita AIDS akan mudah terinfeksi oleh kuman yang meskipun pada orang sehat tidak menimbulkan penyakit. Seorang pengidap HIV tidak dapat melindungi dirinya sendiri dari segala jenis virus atau bakteri yang menyebabkan infeksi. Penularan penyakit ADIS dapat terjadi melalui hubungan kelamin, transfusi darah, dan jarum suntik yang telah terkontaminasi oleh virus HIV.
            Gejala-gejala umum penyakit AIDS dapat berupa kelelahan, demam, berkeringat pada malam hari, diare, penurunan berat badan, sariawan, batuk-batuk, pembesaran kelenjar (di leher, ketiak, lipatan paha) serta pendarahan di bawah kulit, mulut, hidung, atau dubur.
AIDS dapat dicegah dengan cara :
  1. Menghindari hubungan seks dengan penderita AIDS.
  2. Menghindari hubungan seks dengan orang yang menyalahgunakan obat, khususnya narkotika.
  3. Mencegah orang yang termasuk resiko tinggi (homoseks,WTS, dan pecandu narkotika).
  4. Menjamin sterilisasi dari setiap alat suntik dan tidak memakai alat suntik lebih sekali.

2. Penyakit herpes kelamin
            Penyakit ini disebabkan oleh virus herpes simplek. Selain menyerang kelenjar kelamin, virus ini juga bisa tumbuh di mata dan selaput lendir bibir. Penularanya terjadi melalui hubungan kelamin dengan penderita. Tanda-tanda awal dari penyakit ini adalah timbulnya panas dan rasa gatal di sekitar kemaluan, kemudian demam, sakit kepala, dan ngilu pada otot yang berlangsung lama, selanjutnya timbul gelembung seperti cacar, yang apabila pecah menyebabkan rasa perih.

3. Penyakit kencing nanah
            Penyakit ini disebabkan oleh bakteri Neisse gonorrhoeae. Penularannya melalui hubungan kelamin. Kuman ini masuk ke dalam tubuh penderita melalui selaput lendir pada kemaluan, rongga mulut atau selaput lendir lainnya.
            Gejalanya berupa timbul rasa nyeri, panas ketika sedang buang air kecil, kemudian diikuti keluarnya nanah dari saluran kemih. Kuman penyakit ini dapat menyerang kelenjar kemaluan sehingga timbul bintik-bintik kemerahan yang diikuti dengan pembengkakan.

4. Klamidia
            Klamidia disebabkan oleh bakteri Chlamidia trachomatis. Gejalanya adalah keputihan yang disertai rasa nyeri saat kencing.

5. Sipilis
            Penyebabnya adalah infeksi bakteri Treponema pallidum. Gejalanya adalah
  1. Timbulnya luka yang tidak nyeri di penis, bibir kemaluan, atau leher rahim.
  2. Infeksi dapat berlanjut menyerang alat-alat dan organ reproduksi, alat-alat tubuh yang penting, otak, pembuluh darah dan jantung, serabut saraf dan sumsum tulang belakang. Penyakit ini dapat menyerang pada bayi serta anak-anak.

6. Kandidiasis vagina
            Penyebabnya adalah jamur Candidia albicans. Gejalanya adalah keputihan berwarna putih susu, bergumpal, disertai rasa gatal, panas,dan kemerahan di alat kelamin dan sekitarnya.

7. Trikomoniasis
            Trikomoniasis disebabkan oleh Trichomonas vaginalis. Gejalanya adalah gatal pada kemaluan, keputihan yang banyak, kadang-kadang berbusa, berwarna kehijauan dengan bau busuk.

8. Kutil kelamin
            Kelainan ini dapat berupa tonjolan kulit berbentuk jenger ayam yang berwarna seperti kulit. Ukurannya bervariasi dari sangat kecil sampai besar. Penyakit ini dapat mengakibatkan kanker leher rahim atau kulitkelamin dan menimbulkan kanker penis.

9. Kutu
            Kutu yang muncul di bulu kelamin lain dengan yang muncul di ranbut kepala. Gejalanya seperti seringkali merasa gatal dan kadang muncul luka-luka kecil yang terasa sakit.

ZAT ADITIF PADA MAKANAN



0 komentar


Zat aditif adalah zat-zat yang ditambahkan pada makanan selama proses produksi, pengemasan atau penyimpanan untuk maksud tertentu. Penambahan zat aditif dalam makanan berdasarkan pertimbangan agar mutu dan kestabilan makanan tetap terjaga dan untuk mempertahankan nilai gizi yang mungkin rusak atau hilang selama proses pengolahan.
B. Macam zat aditif makanan
Pada awalnya zat-zat aditif tersebut berasal dari bahan tumbuh-tumbuhan yang selanjutnya disebut zat aditif alami.Umumnya zat aditif alami tidak menimbulkan efek samping yang membahayakan kesehatan manusia. Adapun zat aditif alami diantaranya adalah bunga cengkeh, pala, merica, dan cabai.
Akan tetapi, jumlah penduduk bumi yang makin bertambah menuntut jumlah makanan yang lebih besar sehingga zat aditif alami tidak mencukupi lagi. Oleh karena itu, industri makanan memproduksi makanan yang memakai zat aditif buatan (sintesis). Bahan baku pembuatannya adalah dari zat-zat kimia yang tidak alami kemudian direaksikan. Contoh zat aditif buatan adalah monosodium glutamat, natrium benzoat, dan tartrazin.
C. Kegunaan zat aditif makanan
Berikut adalah beberapa kegunaan dari zat aditif makanan

1. Penguat rasa

Monosodium Glutamat (MSG) sering digunakan sebagai penguat rasa makanan buatan dan juga untuk melezatkan makanan. Adapun penguat rasa alami diantaranya adalah bunga cengkeh, pala, merica, cabai, laos, kunyit, ketumbar. Contoh penguat rasa buatan adalah monosodium glutamat/vetsin, asam cuka, benzaldehida, amil asetat.

2. Pemanis

Zat pemanis buatan biasanya digunakan untuk membantu mempertajam rasa manis.Beberapa jenis pemanis buatan yang digunakan adalah sakarin, siklamat, dulsin, dan aspartam. Pemanis buatan ini juga dapat menurunkan resiko diabetes, namun siklamat merupakan zat yang bersifat karsinogen.

3. Pengawet

Bahan pengawet adalah zat kimia yang dapat menghambat kerusakan pada makanan, karena serangan bakteri, ragi, cendawan. Reaksi-reaksi kimia yang sering harus dikendalikan adalah reaksi oksidasi, pencoklatan (browning) dan reaksi enzimatis lainnya. Pengawetan makanan sangat menguntungkan produsen karena dapat menyimpan kelebihan bahan makanan yang ada dan dapat digunakan kembali saat musim paceklik tiba. Contoh bahan pengawet adalah natrium benzoat, natrium nitrat, asam sitrat, dan asam sorbat.

4. Pewarna

Warna dapat memperbaiki dan memberikan daya tarik pada makanan. Penggunaan pewarna dalam bahan makanan dimulai pada akhir tahun 1800, yaitu pewarna tambahan berasal dari alam seperti kunyit, daun pandan, angkak, daun suji, coklat, wortel, dan karamel. Zat warna sintetik ditemukan oleh William Henry Perkins tahun 1856, zat pewarna ini lebih stabil dan tersedia dari berbagai warna. Zat warna sintetis mulai digunakan sejak tahun 1956 dan saat ini ada kurang lebih 90% zat warna buatan digunakan untuk industri makanan. Salah satu contohnya adalah tartrazin, yaitu pewarna makanan buatan yang mempunyai banyak macam pilihan warna, diantaranya Tartrazin CI 19140. Selain tartrazin ada pula pewarna buatan, seperti sunsetyellow FCF (jingga), karmoisin (Merah), brilliant blue FCF (biru).

5. Pengental

Pengental yaitu bahan tambahan yang digunakan untuk menstabilkan, memekatkan atau mengentalkan makanan yang dicampurkan dengan air, sehingga membentuk kekentalan tertentu. Contoh pengental adalah pati, gelatin, dan gum (agar, alginat, karagenan).

6. Pengemulsi

Pengemulsi (emulsifier) adalah zat yang dapat mempertahankan dispersi lemak dalam air dan sebaliknya. Pada mayones bila tidak ada pengemulsi, maka lemak akan terpisah dari airnya. Contoh pengemulsi yaitu lesitin pada kuning telur, gom arab dan gliserin.

7. Pemutih dan pematang tepung

Zat aditif ini dapat mempercepat proses pemutihan atau pematangan tepung sehingga dapat memperbaiki mutu pemanggangan. Contoh: Asam askorbat, aseton peroksida, dan kalium bromat

8. Pengatur keasaman

Zat aditif ini dapat mengasamkan, menetralkan, dan mempertahankan derajat keasaman makanan. Contoh: asam asetat, aluminium amonium sulfat, amonium bikarbonat, asam klorida, asam laktat, asam sitrat, asam tentrat, dan natrium bikarbonat

9. Anti kempal

Zat aditif ini dapat mencegah pengempalan makanan yang berupa serbuk. Contoh: aluminium silikat (susu bubuk), dan kalsium aluminium silikat (garam meja)

10. Pengeras

Zat aditif ini dapat memperkeras atau mencegah melunaknya makanan. Contoh: aluminium amonium sulfat (pada acar ketimun botol), dan kalium glukonat (pada buah kalangan)

11. Sekuestran

Adalah bahan yang mengikat ion logam yang ada dalam makanan. Contoh: asam fosfat (pada lemak dan minyak makan), kalium sitrat (dalam es krim), kalsium dinatrium EDTA dan dinatrium EDTA

D. Bahaya zat aditif
Jika mengonsumsi zat aditif buatan pada makanan dalam jumlah berlebih dan dalam jangka waktu yang lama dapat menyebabkan gangguan-gangguan kesehatan antara lain :
No
Nama zat aditif
Penyakit yang ditimbulkan
1
Formalin
Kanker paru-paru, gangguan pada alat pencernaan, penyakit jantung dan merusak sistem saraf.
2
Boraks
Mual, muntah, diare, penyakit kulit, kerusakan ginjal, serta gangguan pada otak dan hati.
3
Natamysin
Mual, muntah, tidak nafsu makan, diare dan perlukaan kulit.
4
Kalium Asetat
Kerusakan fungsi ginjal.
5
Nitrit dan Nitrat
Keracunan, mempengaruhi kemampuan sel darah membawa oksigen ke berbagai organ tubuh, sulit bernapas, sakit kepala, anemia, radang ginjal, dan muntah-muntah.
6
Kalsium Benzoate
Memicu terjadinya serangan asma.
7
Sulfur Dioksida
Perlukaan lambung, mempercepat serangan asma, mutasi genetik, kanker dan alergi.
8
Kalsium dan Natrium propionate
Penggunaaan melebihi angka maksimum tersebut bisa menyebabkan migren, kelelahan, dan kesulitan tidur.
9
Natrium metasulfat
Alergi pada kulit
10
Tartazine
Meningkatkan kemungkinan hyperaktif pada masa kanak-kanak.
11
Sunset Yellow
Menyebabkan kerusakan kromosom
12
Ponceau 4R
Anemia dan kepekatan pada hemoglobin.
13
Carmoisine (merah)
Menyebabkan kanker hati dan menimbulkan alergi.
14
Quinoline Yellow
Hypertrophy, hyperplasia, carcinomas kelenjar tiroid
15
Siklamat
Kanker (Karsinogenik)
16
Aspartan
Gangguan saraf dan tumor otak



Sumber : http://id.wikipedia.org/wiki/Aditif_makanan
                http://dahlanforum.wordpress.com/2007/07/27/zat-aditif
older post